line green usu

 

line green usu

1 2

Universitas Sumatera Utara berdiri tahun 1952 atas prakarsa masyarakat Sumatera Utara dan Aceh. Kemudian diresmikan oleh Presiden Soekarno menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada tahun 1957. Seiring dengan tuntutan pengelolaan perguruan tinggi modern, Universitas Sumatera Utara beralih status menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PTN-BHMN) pada tahun 2003 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2003.

Status USU sebagai PTN-BHMN berjalan selama sebelas tahun dan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-bh) setelah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Sumatera Utara yang diundangkan pada tanggal 28 Februari 2014. Perubahan ini menjadikan USU sebagai perguruan tinggi badan hukum yang pertama di luar Pulau Jawa bersama-sama UI, UGM, ITB, IPB, UPI dan Unair.

Perubahan status USU menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-bh) menjadi dasar hukum untuk melaksanakan tugas Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasi pengetahun. Keberadaan Universitas Sumatera Utara tidaklah berdiri sendiri, tetapi terkait erat dengan masyarakat lokal, regional, nasional maupun internasional. Karena itulah, Universitas Sumatera Utara harus berbenah diri untuk merumuskan dan berperan dalam menyikapi arus besar perubahan global.

Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depatemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengeluarkan pedoman tentang POLBANGMAWA yang pada hakikatnya mencakup:

  1. Pengembangan kemampuan intelektual, keseimbangan emosi, dan penghayatan spiritual mahasiswa, agar menjadi warganegara yang bertanggungjawab serta berkontribusi pada daya saing bangsa.
  2. Pengembangan mahasiswa sebagai kekuatan moral dalam mewujudkan masyarakat madani (civil society) yang demokratis, berkeadilan dan berbasis pada partisipasi publik.
  3. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan dan aktualisasi diri mahasiswa, baik yang menyangkut aspek jasmani maupun rohani.

Untuk pencapaian pengembangan kemahasiswaan seperti yang dimaksud di atas, dibutuhkan dukungan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam bentuk; peraturan, keterlibatan staf pengajar, kepedulian pimpinan, fasilitas pendukung kegiatan, dan pendanaan.Melihat perkembangan kegiatan ekstra kurikuler bidang Kemahasiswaan pada Biro Kemahasisaan dan Kealumnian Universitas Sumatera Utara (BKK USU) yang semakin meningkat maka Universitas Sumatera Utara berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa baik dalam dukungan sarana dan prasarana yang diharapkan dapat memenuhi kondisi dan standart yang diharapkan.BKK USU adalah unsur pelaksana administrasi di tingkat Universitas yang fungsinya menjalankan administrasi bidang kemahasiswaan dan kealumnian.